Mengatasi Kesulitan Paling Umum Saat Belajar Bahasa Inggris

Mengatasi Kesulitan Paling Umum Saat Belajar Bahasa Inggris

Baru mulai serius belajar bahasa Inggris tapi rasanya sudah ingin menyerah karena terlalu sulit? Kamu mungkin sering mengeluh, “Kenapa sih tulisannya begini tapi cara bacanya jauh berbeda?” atau “Susah banget menghafal artinya, kemarin hafal hari ini sudah lupa!”.

Tenang saja, tarik napas dalam-dalam. Semua orang yang sedang mempelajari bahasa baru pasti akan melewati fase kebingungan ini. Kamu tidak sendirian. Mari kita bahas tiga kesulitan paling umum yang sering membuat pelajar patah semangat, beserta cara jitu untuk menaklukkannya.

Cara Menulis dan Cara Membaca yang Berbeda

Ini adalah keluhan nomor satu. Dalam bahasa Indonesia, huruf A selalu dibaca A. Namun dalam bahasa Inggris, huruf A bisa dibaca A, bisa dibaca E, atau bahkan Ei. Ini yang membuat bahasa Inggris unik. Cara mengatasinya bukanlah dengan menghafal rumus kamus, melainkan dengan membiasakan telingamu. Perbanyak porsi mendengarkan (listening). Tontonlah film animasi atau dengarkan lagu berbahasa Inggris sambil membaca lirik teksnya. Semakin sering telingamu mendengar pelafalan yang benar, otakmu akan secara otomatis mengingat cara bacanya tanpa perlu dipaksa.

Kesulitan Mengingat Kosakata Baru

Apakah kamu pernah mencoba menghafal 20 daftar kata dari buku cetak, tapi keesokan harinya kamu lupa hampir semuanya? Itu karena kamu menghafalnya di luar konteks. Otak manusia lebih mudah mengingat sesuatu jika ada gambar atau dihubungkan dengan kegiatan sehari-hari. Daripada menghafal daftar panjang yang membosankan, mulailah dengan benda di sekitarmu. Tempelkan kertas kecil (sticky notes) bertuliskan bahasa Inggris pada benda-benda di kamarmu. Misalnya tempel kertas bertuliskan “Door” di pintumu, “Mirror” di cermin, atau “Pillow” di bantal. Kamu akan melihat kata-kata itu setiap hari dan mengingatnya di luar kepala.

Rasa Takut Salah dan Gengsi

Berbicara Ini adalah musuh terbesar yang menghambat kemajuan: mental block atau rasa malu. Kamu mungkin takut ditertawakan teman jika struktur kalimatmu berantakan. Ingatlah, turis asing yang datang ke negara kita juga sering berbicara bahasa Indonesia dengan struktur yang terbalik-balik, tapi kita tetap bisa memahami maksud mereka, bukan? Hal yang sama berlaku untukmu. Jangan biarkan ketakutan akan grammar yang tidak sempurna membuatmu bungkam. Mulailah berbicara. Bicaralah pada dirimu sendiri di depan cermin, atau temukan teman dekat yang bisa diajak berlatih bersama tanpa saling menghakimi.

Kesimpulan

Mempelajari bahasa asing itu ibarat belajar mengendarai sepeda. Pada percobaan pertama, kamu pasti akan oleng, terjatuh, dan kebingungan menjaga keseimbangan. Namun, jika kamu terus mencoba dan berlatih mengayuh, pada akhirnya kamu akan bisa melaju dengan kencang secara otomatis. Tetap semangat dan jangan menyerah!