Bayangkan kamu baru selesai pelajaran, lalu temanmu bertanya tentang pesan guru. Kamu ingin menjawab, “Bu guru bilang kepada kami bahwa besok ada kuis.” Dalam bahasa Inggris, kamu perlu memakai say atau tell?
Keduanya bisa digunakan untuk menyampaikan perkataan seseorang. Namun, susunan kata setelahnya berbeda. Perbedaan say dan tell akan lebih mudah dipahami kalau kamu memperhatikan dua hal: apa yang disampaikan dan kepada siapa pesan itu disampaikan. Yuk, kita coba lewat contoh di sekolah!
Say untuk menyampaikan perkataan
Say digunakan saat kamu menyebutkan sesuatu yang diucapkan. Menurut Oxford Learner’s Dictionaries, say dapat diikuti isi perkataan, termasuk ucapan langsung. Kalau penerimanya disebutkan, gunakan to sebelum orang tersebut.
Pola yang bisa kamu ingat: say something atau say something to someone. Something berarti hal yang dikatakan, sedangkan someone adalah orang yang diajak bicara.
Perhatikan contoh berikut:
- Naya said, “The quiz is tomorrow.”
Artinya: Naya berkata, “Kuisnya besok.” - Rafi said goodbye to his classmates.
Artinya: Rafi mengucapkan selamat tinggal kepada teman-teman sekelasnya.
Pada contoh pertama, kita mengetahui isi perkataan Naya tanpa perlu menyebutkan pendengarnya. Pada contoh kedua, to his classmates menunjukkan kepada siapa Rafi mengucapkan perpisahan.
Tell untuk menyampaikan pesan kepada seseorang
Dalam penggunaan yang berarti memberitahukan sesuatu, tell biasanya langsung diikuti penerima pesan. Oxford Learner’s Dictionaries mencantumkan pola tell somebody something untuk penggunaan ini.
Pola dasarnya: tell someone something. Jadi, kamu menyebutkan penerima pesan sebelum isi pesannya.
- Naya told Rafi about the quiz.
Artinya: Naya memberi tahu Rafi tentang kuis itu. - The teacher told us that the quiz was on Friday.
Artinya: Guru memberi tahu kami bahwa kuisnya hari Jumat.
Rafi dan us adalah penerima pesan. Pada pola ini, kamu tidak perlu menambahkan to sebelum keduanya.
Say dan tell juga mempunyai bentuk lampau yang tidak memakai akhiran -ed: say menjadi said, sedangkan tell menjadi told. Karena contoh di atas menceritakan percakapan yang sudah terjadi, bentuk yang digunakan adalah said dan told.
Satu pesan dengan dua susunan
Sekarang, bandingkan pasangan berikut:
The teacher said that the quiz was on Friday.
Guru mengatakan bahwa kuisnya hari Jumat.
The teacher told us that the quiz was on Friday.
Guru memberi tahu kami bahwa kuisnya hari Jumat.
Isi pesannya sama. Kalimat kedua menyebutkan us sebagai penerima pesan, sedangkan kalimat pertama tidak menyebutkan penerimanya. Perhatikan bahwa pilihan kata kerja memengaruhi cara kamu menyusun kalimat.
Kesalahan kecil yang perlu diperhatikan
Jika kamu ingin mengatakan “Naya memberitahuku tentang kuis itu”, tulislah Naya told me about the quiz, bukan Naya said me about the quiz.
Kalau tetap ingin memakai say, kamu perlu mengubah susunannya. Misalnya, Naya said something to me about the quiz berarti Naya mengatakan sesuatu kepadaku tentang kuis itu.
Namun, jangan menghafal bahwa tell selalu harus diikuti orang. EnglishClub menjelaskan adanya ungkapan seperti tell a story dan tell the truth. Contohnya, Our teacher tells a story every Monday, yang berarti guru kami bercerita setiap hari Senin. Orang yang mendengarkan tidak harus disebutkan dalam ungkapan tersebut.
Kesimpulan
Perbedaan say dan tell terletak pada susunan kalimatnya. Say dapat diikuti isi perkataan, sedangkan tell dalam arti memberitahukan sesuatu biasanya langsung diikuti penerima pesan. Jika penerima disebutkan setelah say, gunakan to, seperti pada say something to someone. Untuk kejadian lampau, gunakan said dan told. Ingat juga bahwa ungkapan seperti tell a story dan tell the truth dapat digunakan tanpa menyebutkan penerima pesan.
References
Oxford University Press. (Tanpa tahun). Say. Oxford Learner’s Dictionaries. Diakses pada 18 September 2026.
Oxford University Press. (Tanpa tahun). Tell. Oxford Learner’s Dictionaries. Diakses pada 18 September 2026.
EnglishClub. (Tanpa tahun). Say OR tell?. Diakses pada 18 September 2026.

